Dari Malas Baca Jadi Kecanduan Buku: Perjalanan Seorang "Non-Reader"
Aku tidak pernah suka membaca. Bahkan sejak SD, aku termasuk anak yang paling lambat kalau disuruh membaca buku pelajaran. Di perpustakaan sekolah, aku lebih suka main kartu atau tidur-tiduran daripada membaca.
Konyolnya, sekarang — di usia 27 — aku membaca rata-rata 30 buku per tahun. Bukan untuk pamer atau karena tuntutan pekerjaan. Tapi karena aku benar-benar menikmatinya.
Ini adalah cerita bagaimana aku berubah dari non-reader menjadi avid reader, dan apa yang bisa kamu pelajari dari perjalananku.
Masalah Utamaku: Salah Genre
Selama bertahun-tahun, aku mengira "membaca" berarti membaca novel sastra, buku klasik, atau buku pelajaran. Semua itu membosankan bagiku. Aku mencoba memaksakan diri membaca Laskar Pelangi (sudah nonton filmnya), Bumi Manusia (terlalu berat), dan buku-buku self-help yang direkomendasikan orang.
Semuanya berakhir sama: terbengkalai di halaman 30–50.
Sampai suatu hari, seorang teman meminjamiku buku:
Buku Pertama yang Kuselesaikan dalam 10 Tahun
Buku itu adalah Ready Player One — novel sci-fi tentang petualangan di dunia virtual. Aku membacanya dengan rasa penasaran, tanpa ekspektasi. Dan sesuatu yang ajaib terjadi: aku tidak bisa berhenti membacanya. Dalam 3 hari, buku setebal 400 halaman itu selesai.
Baru aku sadar: selama ini aku suka membaca, tapi aku belum menemukan apa yang aku sukai untuk dibaca. Masalahnya bukan pada kebiasaan membaca, tapi pada pemilihan buku.
Pelajaran yang Kupetik
- Genre matters. Kamu tidak harus suka membaca semua genre. Temukan genre yang membuatmu lupa waktu. Fiksi ilmiah, fantasi, thriller, sejarah, romansa — semuanya valid.
- Jangan paksakan buku "bergengsi". Hanya karena sebuah buku ada di daftar "100 buku yang harus dibaca sebelum mati", bukan berarti kamu harus membacanya sekarang. Atau sama sekali.
- Mulai dari yang ringan. Jangan mulai dengan Infinite Jest atau Ulysses. Mulai dengan buku yang tipis, mudah dicerna, dan menyenangkan.
- Gunakan aturan 50 halaman. Jika setelah 50 halaman buku itu tidak menarikmu, berhenti. Ganti buku lain. Tidak ada rasa bersalah.
Yang Terjadi Setelahnya
Setelah Ready Player One, aku membaca buku sci-fi lain. Lalu merambah ke thriller. Lalu ke non-fiksi sejarah. Lalu ke self-development. Setiap genre membuka pintu ke genre berikutnya.
Semakin banyak aku membaca, semakin mudah aku membaca. Otakku terlatih untuk fokus lebih lama. Kosakataku bertambah. Pemahamanku meningkat.
Sekarang, membaca bukan lagi aktivitas yang dipaksakan. Membaca adalah coping mechanism-ku — cara aku bersantai setelah hari yang melelahkan.
Pesan untukmu
Jika selama ini kamu merasa bukan "tipe orang yang suka membaca", mungkin kamu belum menemukan buku yang tepat. Teruslah mencari. Ada genre yang cocok untuk setiap orang. Dan saat kamu menemukannya, membaca akan terasa seperti petualangan, bukan kewajiban.
Mulai dari satu halaman. Mulai dari satu buku. Mulai dari genre apa pun yang membuatmu penasaran.