mulaibaca
← Kembali ke Blog
Kami Bertanya: Siapa Orang Pertama Bikin Kamu Suka Baca?

Kami Bertanya: Siapa Orang Pertama Bikin Kamu Suka Baca?

Tim MulaibacaInspirasi & Cerita6 Juli 2026

Beberapa hari lalu kami melempar pertanyaan sederhana ke Timeline: "Siapa orang pertama yang membuat kamu suka membaca? Atau justru belum ada 🥲" Jawaban datang berderet, dan yang mengejutkan bukan keragaman nama yang disebut - ayah, ibu, kakak, teman kerja, perpustakaan sekolah, hingga idol K-Pop tapi terdapat kesamaan di balik cerita-cerita tersebut.

Seorang audiens bercerita soal ayahnya yang kepala sekolah di pedalaman Flores. Tiap bulan pulang bawa majalah Bobo dan cerpen sepuluh ribuan belian di atas kapal. Malam-malam didongengin cerita berbeda. "Dari situ deh aku mulai baca-baca buku itu keterusan sampai setua ini," tulisnya. Audiens lain mengaku tidak pernah disuruh baca oleh ayahnya, tapi melihat sang ayah duduk santai membaca buku politik Ali Syariati di usia yang sudah tidak muda. "Aku rasa Bapakku keren banget. Sejak itu aku terobsesi baca buku walopun kadang belum paham isinya." Ternyata, dari sekian banyak jawaban, ada satu benang merah yang tak terduga: kebiasaan baca paling kokoh tidak tumbuh dari instruksi, melainkan dari kehadiran. Buku ada di meja makan, di rak kamar tidur, di tangan ayah yang menunggu maghrib, di tas ibu yang pulang dari pasar. Tidak ada target halaman, tidak ada laporan bacaan. Hanya akses yang terbuka lebar dan figur dewasa yang mencontohkan bahwa membaca itu hal wajar, bahagia, bahkan keren. Hal ini mengubah cara kita memandang 'membangun kebiasaan baca' saat dewasa. Kita sering terburu-buru menargetkan jumlah buku per tahun, mencari metode Pomodoro, atau merasa bersalah saat reading slump. Padahal fondasinya jauh lebih sederhana: apakah buku ada di dekat kita? Apakah kita memperlihatkan pada diri sendiri atau pada orang di sekitar bahwa membaca itu menyenangkan? Kadang yang kita butuh bukan jadwal ketat. Cuma butuh satu sudut rumah yang bilang: "Kamu boleh di sini, baca apa aja, selama mau." Atau satu teman yang tiba-tiba ngasih novel tebal dan bilang, "Coba baca ini, menurutku kamu bakal suka." Seperti yang dialami audiens lain: slump bertahun-tahun, lalu balik konsisten karena mengikuti jejak membaca Namjoon. Atau ada yang di kuliah diberi buku oleh 'si laki-laki' dan sejak itu mengumpulkan berbagai judul. Jadi jika hari ini kamu merasa sulit konsisten, coba tanya: siapa yang bisa jadi 'orang pertama' buatmu versi sekarang? Boleh saja jawabannya: aku sendiri.

Mulai bangun kebiasaan membaca hari ini

Mulai Gratis →

Kami menggunakan cookie untuk analitik (Google Analytics) guna memahami pola penggunaan dan meningkatkan aplikasi. Data dikirim secara anonim. Detail lengkap di Kebijakan Privasi.